tentang; Tiap perayaan

sketsa – Vyan RH

segala amsal yang susut menjadi keganjilan
mungkin wujud kusut terbacanya keputusan
9 bulir pilihan yang tak sanggup kita likatkan
makna hikmah bagian berikutnya dari tujuan

apa yang paling kalah dari tak mampu selesai
persinggahan kerap menjadi sela terbengkalai
di tengahnya kau dan aku semisal angin sapai
berpindah ke samping dingin tak saling melerai

begitu ingin menimbang hal lembut dari tiang
gantungan mengambang sebelum ruh hilang
ke stepa tiap perayaan menggema pada liang

menunggu telah pasti membanat di bibir kering
sampai bagian tubuh lain menyebutmu nyaring
terampuni kekasih di beranda yang lebih bening

( Tiap perayaan – Hyde Asmarasastra)

tentang; Sajak ulang tahun yang tergesa-gesa

oleh : Hyde Asmarasastra

mengingat hari ulang tahunmu
adalah pekerjaan berat yang
mesti tak boleh kulewatkan
hari-hari memang tak lagi bernama
kalender dinding menjadi gergaji
… kayu yang berisik
selalu siap memotong-motong
semua ingatan, perasaan dan
segala hal yang begitu gampang dipatahkan. tetapi sebuah doa
yang mungkin tak cukup sudah
berhasil aku panjatkan dengan tergopoh-gopoh. dengan jawaban yang sudah tentu hanya mampu kita amini. oh kau tahu, untuk puisi ini aku menjadi cinderela yang tergesa-gesa. lupa benar jika yang melebihi segalanya bukanlah puisi, tetapi bersamamu.