tentang; Ke arah pulang

Transportasi-1

Pic by Adel Ilyas

hidup adalah perjalanan. merawat usia. menuju ke arah pulang

Advertisements

tentang ; Menghayati The Doors*

Menghayati The Doors  oleh  Hyde Asmarasastra

kesempatan pertama setelah kesempitan bertanya apakah mampu kita bertahan dari godaan ingin berkenalan. sebab tanda-tanda bahaya dari kedipan mata adalah maut siap mencabut usia. terlebih dahulu membuat pingsan tak sempat berpikir ingin memiliki kesempatan lain ciuman lain berkedip pada kebahagiaan lain. kita terlanjur menjadi aneh sebentar sanggup sendirian sebentar saling menginginkan. tingkat keanehan yang sampai pada tak bisa mengingat nama.

hari-hari cerah penuh dengan rasa sakit. kegilaan pada pertemuan yang dilampirkan hujan-hujan lembut. waktu seakan ragu-ragu antara berlari lalu kembali. tetapi jalan-jalan adalah bidang yang tidak pernah mati. selalu membebaskan kita dari alasan mengapa lebih suka menangis daripada berbaris. menunggu kapal kristal berisi seribu puisi berikut getaran hati. satu juta cara menyelamatkan diri dari para pembunuh di jalan. pembunuh yang terbangun sebelum fajar. mengambil wajah dari galeri kuno sebelum menyusuri lorong. pembunuh dengan otak berisi katak yang tak pernah liburan panjang. anak-anaknya bermain seperti keanehan baru yang diciptakan.

sekarang tiba mengucapkan selamat tinggal. kita kehilangan keanehan tua yang baik. wajah bulan menjadi botol whiski. di lenganmu kutemukan pulau dengan rantai terbuat dari ilusi. mataku membaca, “aku mencintaimu dengan cara paling baik lebih baik daripada yang lain”. sekarang kita hanya bisa kalah waktu yang ragu-ragu berkubang dalam lumpur. cinta menjadi pembakaran jenazah bagi keanehan yang sebentar lagi meluncur. memanjat bulan melalui air pasang mencapai tangan yang kerap menahan memberi panduan.

janganlah pucat sumpah adalah kepasrahan yang sekarat. mereka menunggu membawa keanehan ke taman terputus. kau tahu bagaimana pucat hanya kenakalan kecil yang datang sebelum kematian. pada jam yang aneh tanpa pemberitahuan atau direncanakan sama-sama menakutkan. jadilah tamu yang ramah malaikat mungkin memberikan sayap bagi keanehan. yang memiliki bahu halus seperti cakar gagak yang memiliki rahang seperti raksasa kehilangan ketaatan.

lihatlah ke bawah untuk terakhir kali. keanehan yang membawa caravan ke portugal. bidang penuh gandum di spanyol andalusia. lihatlah lagi dan lagi. lalu cintailah aku dua kali. satu untuk besok satu untuk hari ini. yang tertelan di laut suka cita hari ini. hari yang aneh saling mendoakan. hari yang aneh saling meratap. hari yang aneh mengingat dosa. dengarlah aku bicara dosa. yang berlama-lama bingung di kepala. menghancurkan kenangan disalahgunakan. lihatlah semua yang aneh dari batu. sungguh menyakitkan membebaskanmu.

tentang; Rumah Orange

Ada yang menghilang dipertengahan Januari. Ngerumpi dot com atau  Rumah Orange. beberapa potong kenangan berserakan. saya sempat mengabadikan beberapa tulisan saya yang pernah menjadi headline (entah apa nama yg pas). Rumah orange adalah tempat yang hangat dengan wargawarga yang ramah. … Continue reading

tentang ; Buku

bukuPic from here

memulai duaributigabelas dari februari. dan kepala saya dipenuhi dengan pertanyaan ini,
‘ada nggak sih, nikah terus mas kawinya buku sebanyak ini?’ *inikode 😀

                                                                                                                                                    

tentang; Seharusnya perempuan


Ibu, saya sudah bisa menjahit. sebuah sapu tangan. seperti katamu, nantinya akan ada lelaki yang menyimpan tangis di dalamnya

Ibu, saya selesai menggambar. sebuah pagar. saya ingat pesanmu, “ menjadi perempuan harus sadar aturan, norma. jangan mengganggu atau merebut milik orang lain. sebab sesuatu yang kau mulai dengan cara tak baik, akan berakibat tak baik pula .”

Ibu, telah saya buat setoples kembang gula manis dari resep warisanmu. bimbing saya agar sepertimu, perempuan yang paham mencipta bahagia, tak pernah gampang menangis. sebab katamu, bahagia itu letaknya bersebelahan dengan syukur.

#everything-inspiring

tentang; Di Jarimu

Suara : Rahne               Puisi : Bernard Batubara

: Lakshmi

di permukaan mataku kau menuliskan luka, lalu memaksa bibirku yang sedang kau lumat dengan ucapan perpisahan membacanya kata demi kata. kita begitu fasih menghancurkan pilihan dan tak pernah tahu bagaimana cara mengembalikan.

sementara airmata sibuk mencari jalan pulang, takdir melingkar tenang di jarimu serupa kegagalan yang memaksa untuk diingat. aku tak mampu menulis di tanganmu sebab sebuah genggam tak cukup menahan puluhan rencana kepergian. kita begitu hapal cara saling menemukan tapi tak pernah paham bagaimana cara bertahan.

di dadamu ada tulisan yang tak pernah selesai. tentang rindu yang lumpuh di tengah jalan dan cinta yang mekar di tempat lain. jauh dari yang tak akan kembali. jauh dari yang tak pernah terjadi.

tentang; 7hari menuju semesta

Senin sedang cerah, ijinkanlah, kurayu dirimu : lukai aku, belah dadaku, makan jantungku, renggut hatiku dalam suka atau duka, kaya atau papa, sampai kematian memisahkan; memisah jiwa raga kita.
Selasa, kau dan aku, jika waktu berpihak padaku, ijinkanlah, kumelukaimu. Ijinkanlah kupetakan tubuhmu, dalam suka atau duka, kaya atau papa sampai kematian memisahkan membelah jiwa raga kita
Rabu, langit kelabu, tanpa ragu-ragu, perintahkan padaku, rebut segalanya untukmu dan seperti kau tahu: sgalanya adalah seluruhnya.
Katakanlah jika aku Israel kau Palestina; jika aku Amerika, kau seluruh dunia; jika aku miskin kau negara; jika aku mati kau kematian lainnya.
Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu pepatkan seluruh semesta. Jika kau menginginkannya. Pepatkan seluruh sisi-sisinya.

( 7 hari menuju Semesta – Melancholic Bitch)

#InspiringPictures

tentang; Surat cinta yang ganjil

Oleh : M. Aan Mansyur

1 “Cintaku yang besar, cintaku yang tulus,
2 telah hilang, menguap, dan kini rasa benciku
3 berkembang setiap hari. Ketika melihatmu,
4 aku tidak ingin lagi melihat wajahmu sedikitpun;
5 satu hal yang sungguh ingin aku lakukan adalah
6 mengalihkan mata ke gadis lain. Aku tak lagi ingin
7 menikahkan aku dan kau. Percakapan terakhir kita
8 sungguh, sungguh sangat membosankan dan tak
9 membuat aku ingin bertemu kau sekali lagi.
10 Selama ini, kau selalu memikirkan dirimu sendiri.
11 Jika kita menikah, aku tahu aku akan menemukan
12 hidupku menjadi sulit, dan aku tidak akan menemukan
13 kebahagiaan hidup bersamamu. Aku punya satu hati
14 untuk kuberikan, tetapi, sungguh, itu bukan sesuatu
15 yang ingin aku berikan untukmu. Tak ada yang lebih
16 bodoh dan egois daripada kamu, dan kamu tak pernah
17 memperhatikan, merawat dan mau mengerti aku.
18 Aku sungguh sangat berharap kamu mau mengerti
19 Aku berkata jujur. Kau akan baik sekali jika
20 kau anggap inilah akhirnya. Tidak usahlah
21 membalas surat ini. Surat-suratmu dipenuhi
22 hal-hal yang tidak menarik bagiku. Kau tak punya
23 cinta yang tulus. Sampai jumpa! Percayalah,
24 aku tak peduli lagi padamu. Jangan pernah berpikir
25 aku masih dan akan terus menjadi kekasihmu.”

catatan:
surat ini sengaja diberi angka tiap barisnya, agar kau
bisa membedakan mana baris ganjil, mana baris genap.
baca baris-baris ganjil saja dan hapus baris selebihnya.
sesungguhnya ini memang sebuah surat cinta yang ganjil.

tentang; Sajak ulang tahun yang tergesa-gesa

oleh : Hyde Asmarasastra

mengingat hari ulang tahunmu
adalah pekerjaan berat yang
mesti tak boleh kulewatkan
hari-hari memang tak lagi bernama
kalender dinding menjadi gergaji
… kayu yang berisik
selalu siap memotong-motong
semua ingatan, perasaan dan
segala hal yang begitu gampang dipatahkan. tetapi sebuah doa
yang mungkin tak cukup sudah
berhasil aku panjatkan dengan tergopoh-gopoh. dengan jawaban yang sudah tentu hanya mampu kita amini. oh kau tahu, untuk puisi ini aku menjadi cinderela yang tergesa-gesa. lupa benar jika yang melebihi segalanya bukanlah puisi, tetapi bersamamu.