tentang; Tiap perayaan

sketsa – Vyan RH

segala amsal yang susut menjadi keganjilan
mungkin wujud kusut terbacanya keputusan
9 bulir pilihan yang tak sanggup kita likatkan
makna hikmah bagian berikutnya dari tujuan

apa yang paling kalah dari tak mampu selesai
persinggahan kerap menjadi sela terbengkalai
di tengahnya kau dan aku semisal angin sapai
berpindah ke samping dingin tak saling melerai

begitu ingin menimbang hal lembut dari tiang
gantungan mengambang sebelum ruh hilang
ke stepa tiap perayaan menggema pada liang

menunggu telah pasti membanat di bibir kering
sampai bagian tubuh lain menyebutmu nyaring
terampuni kekasih di beranda yang lebih bening

( Tiap perayaan – Hyde Asmarasastra)

tentang ; Tiga Catatan Terakhir (Bag. 2)

*Puisi:  M. Aan Mansyur                 *Suara: Aditya 

tiba-tiba mampu aku pahami
seluruh yang pernah datang
bertandang ke dua mataku
bahkan yang aku duga mimpi.

tiba-tiba aku jatuh cinta
melebihi seluruh jatuh cinta
yang pernah menyakiti dadaku. namun

ketika ingin aku katakan pada telingamu
aku tak lagi memiliki suara,
ketika ingin aku katakan pada matamu
aku tak lagi memiliki cahaya.


tentang ; Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa

Di rentang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan,
Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan
Di gigir yang curam dan dunia yang tertinggal, gelap membeku
Sungguh, peta melesap dan udara yang terbakar jauh

* Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa

Seperti takkan pernah pulang (yang menghilang) kau membias di udara dan terhempaskan cahaya
Seperti takkan pernah pulang, ketuk langkahmu
menarilah di jauh permukaan

Di rentang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan,
Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan

*

Jalan pulang yang menghilang, tertulis dan menghilang,
karena kita, sebab kita, telah bercinta di luar angkasa