tentang Fiksi Mini

Apasih yang terlintas dibenak kita ketika mendengar kata ‘mini’

Tart mini??? Rok mini??? Atau malah lagi ngebayangin salah satu iklan parfum khusus lelaki yang berselogan ‘karena cowok suka yang mini(m)’.

Stop it !!!!!

Bagaimana dengan Fiksi Mikni????

Udah biasa dengar atau malah mengerutkan dahi karena merasa asing????

Baiklah, bagi yang merasa masih asing dengan fiksi mini, nDa bakalan jelasin sedikit.

Bagi yang sudah tau, cukup tekan tanda panah merah di tab (close), urusan kita selesai. 😀

Di Prancis, fiksi mini dikenal dengan nama nouvelles. Orang Jepang menyebut kisah-kisah mungil itu dengan nama ”cerita setelapak tangan”. Sebab, cerita itu akan cukup bila dituliskan di telepak tangan kita. Ada juga yang menyebutnya sebagai ”cerita kartu pos” (postcard fiction) karena cerita itu juga cukup bila ditulis dalam kartu pos. Di Amerika Serikat, ia juga sering disebut fiksi kilat (flash fiction), dan ada yang menyebutnya sebagai sudden fiction atau micro fiction. Bahkan, seperti diperkenalkan Sean Borgstrom, kita bisa menyebutnya sebagai nanofiction. Bagiamana dengan di Indonesia????

Sebut saja Agus Noor seorang penulis yang  lebih suka menamainya sebagai fiksi mini. Yakni, fiksi yang hanya terdiri atas secuil kalimat. Mungkin empat sampai sepuluh kata atau satu paragraf. Tapi, di sana kita memperoleh ”keluasan dan kedalaman kisah”.

Berikut beberapa Diktum Fiksi mini menurut beliau yang nDa kutip dari blog beliau :

  • Menceritakan seluas mungkin dunia, dengan seminim mungkin kata
  • Ibarat dalam tinju, fiksimini serupa satu pukulan yang telak dan menohok
  • Bila novel membangun dunia. Cerpen menata kepingan dunia. Fiksimini mengganggunya
  • Fiksimini yang kuat ibarat granat yang meledak dalam kepala kita
  • Ia bisa berupa kisah sederhana, diceritakan dengan sederhana, tetapi selalu terasa ada yang tidak sederhana di dalamnya

Dan  ini adalah beberapa contoh Fiksi Mini, yang lagi-lagi nDa kutip dari blog beliau

  • Kisah seorang Reserse

Ia menyelidiki kematian janda yang mati dimutilasi. Tiga bulan kemudian atasanya mendengar kabar kalo ia kawin dengan janda itu. (Agus Noor)

  • Nama di Batu Nisan

Bulan purnama diatas kuburan. Seorang kakek membetulkan nisan. Ternyata namanya salah dituliskan (Salmanaristo)

  • Pengantin

Besok Ia kawin, malam ini ia memutuskan bunuh diri (Ratihkumala)

*

nDa rasa cukup deh penjelasan tentang Fiksi Mini. Kalau masih penasaran juga  silahkan mampir di blog Agus Noor main juga ke hastag #fiksimini (http://fiksimini.com), atau yang biasa main Twiter bias follow @fiksimini atau @agusnoor.

*

*

Sumber: Agus Noor, Kompas edis 11 april dan berbagai sumber lainya.

*

Catatan Penulis:

jika pembaca menemukan postingan yang sama disini , tidak lain adalah karena adanya unsur kesengajaan. 😀