tentang; Seharusnya perempuan


Ibu, saya sudah bisa menjahit. sebuah sapu tangan. seperti katamu, nantinya akan ada lelaki yang menyimpan tangis di dalamnya

Ibu, saya selesai menggambar. sebuah pagar. saya ingat pesanmu, “ menjadi perempuan harus sadar aturan, norma. jangan mengganggu atau merebut milik orang lain. sebab sesuatu yang kau mulai dengan cara tak baik, akan berakibat tak baik pula .”

Ibu, telah saya buat setoples kembang gula manis dari resep warisanmu. bimbing saya agar sepertimu, perempuan yang paham mencipta bahagia, tak pernah gampang menangis. sebab katamu, bahagia itu letaknya bersebelahan dengan syukur.

#everything-inspiring
Advertisements

32 thoughts on “tentang; Seharusnya perempuan

  1. ibu, aku sekarang sudah bisa memasang pagar ..
    #agar ibu tak perlu lagi memanggil tukang 😛

    bahagia letaknya bersebelahan dengan syukur..
    sungguh, itu benar .. tjah aiu.

  2. Pingback: Galaksi Kinanthi dan Kinanthi Terlahir Kembali « LJ.returns

    • Bukan mengumbar kata, hanya sebuah kebanggan terhadap segala pencapaian tentang apa apa yang telah diajarkan oleh sang Ibu.

  3. Pingback: Tasaro G.K | Ajuj « LJ.returns

  4. ibu, buku gambar ini sudah ku perbaharui dengan lembaran kosong, untuk aku siap menggambar di kehidupan ku yang sebenarnya kelak aku sudah besar nanti 🙂

    Selai

  5. Pingback: Tasaro G.K | Ajuj « LJ.returns

  6. Pingback: Galaksi Kinanthi dan Kinanthi Terlahir Kembali « LJ.returns

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s