Dewa embun

kau adalah kitab

yang tak pernah mampu

aku khatamkan

Advertisements

53 thoughts on “Dewa embun

  1. masyarakat kita mengenal
    kitab selalu identik dgn suci & religiusitas
    Jadi jgn mengundang kontroversi.

  2. Kau adalah orang..
    yang malas membaca …
    *** nduk, mba’e bisa maca ora? πŸ˜›

    ***
    ya, karena aku hanya mengeja, tanpa mengerti makna

  3. Dewa Embun ?
    Kitab ?
    Khatam ?

    %$#^&()_%$# …

    hhmmm saya harus belajar lagi menajamkan intuisi saya ini …

    Salam saya nDa …

  4. @Gerhana Coklat:
    iya saya tau klo kitab =buku
    tp ga smua orang berpikiran seperti kita.
    masyarakat kita pada umunya bila menyebut kitab, slalu identik dgn religiusitas & suci. ah, sudahlah……

  5. wahhh
    mesti kitabnya ilusi nuy
    atau gak bisa dipegang
    makanya gag bisa dikhatamkan heheh
    πŸ˜€

  6. Pingback: Nyok, Silaturahim… (lanjuuuutttt…..) « Oyen punya cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s