Sebuah tanda tanpa makna

Berharap bisa menjadi titik dan koma dalam sebuah kalimat, mungkin tak hanya itu, tapi semua tanda baca yang bisa mengartikan kata.

Dialog Muku November 16, 2009

Filed under: Uncategorized — nDa @ 7:51 am

Tahu tidak, Tuhan ?
Hari ini ada lagi yang meninggal
Mati tertabrak, mati terbunuh, mati wajar !
Tahu kan, Tuhan ?
Pikir ini selalu muncul, Tuhan.
Mengapa ada yang mati wajar, dan ada yg tidak ?
Akhirnya aku tahu jawabnya, Tuhan !
Karena apapun itu, mati adalah mati !

Aku ingin mati wajar, Tuhan !
Di samping anak istriku, Tuhan !
Tetapi, pikirku menjawab lagi, Tuhan !
Demikian, bukankah sepertinya aku belum rela mati kalau begitu ?

Aku makin sadar, Tuhan !
Apapun itu, bagaimanapun itu,
hanya yang terbaik yang Kau berikan pada kami
hanya yang tertepat yang Kau nyatakan dalam nama-Mu.

Tuhan, aku ingin berhenti bertanya,
mengapa ini harus terjadi ?
Tuhan, aku ingin belajar bertanya,
sudah berapa lama Kau peluk aku ?

terima kasih atas cinta,
terima kasih atas dosa,
terima kasih atas derita,
terima kasih atas ibu dan bapak.

salam, Tuhan. salut, Tuhan. ampun, Tuhan. cinta, Tuhan.

selesai, Tuhan….

 

4 Responses to “Dialog Muku”

  1. tha Says:

    terinspirasi dari apa nda..?…..

  2. kok isinya syair semua?
    ______________________________________________
    Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/

  3. phonank Says:

    Aku terhanyuut….


Leave a Reply