perempuan perunggu, lumer aku
di cepol gelungmu
anak panah bergeletakan di tanah
sisa-sisa pertarungan
para lelaki adalah binatang petarung
perayu sekaligus pesolek
seperti kipas burung merak kasmaran
ini bukan gelanggang memperebutkan kunthi
atau sinta hingga rama mematahkan gendewa
perempuan perunggu, luluh aku
di embun alismu
aku hanya penanam bunga, mencuri kesempatan
menyebar bibit
tepat di tumit kakimu.
Makna Puisinya dalem banget..