Sebuah tanda tanpa makna

Berharap bisa menjadi titik dan koma dalam sebuah kalimat, mungkin tak hanya itu, tapi semua tanda baca yang bisa mengartikan kata.

Bercinta Dengan Penyesalan August 25, 2009

Filed under: Cangkru'an — nDa @ 3:22 am

Bercintalah dengan penyesalan
sebelum ia datang menyergap
sesap peluhnya sebelum ia datang membanjiri
duri-duri hidup dalam sekam hari-hari
laku yang ragu
lakon yang abstrak
menjadi tumpuan tatapan
betapa melelahkannya hidup ini
dan kita masih berdiri dengan pongah
menantang yang seharusnya dipeluk
memeluk yang seharusnya dilepaskan
melepaskan yang seharusnya dijaga
apa ini
hidup?

*Untuk seorang teman yg tengahberada dalam penyesalan.

 

5 Responses to “Bercinta Dengan Penyesalan”

  1. Jiewa Says:

    Penyesalan selalu datang belakangan..

  2. SanG BaYAnG Says:

    Hidup bukan sekedar gerak dan bernafas..
    Penyesalan hanyalah sebuah kesalahan yang membuat hidup terabaikan.. ;)

  3. senoaji Says:

    maka berkawanlah dengan penyesalan, kenali sifatnya lalu tikam dari belakang dan buag bangkainya di selokan masa lalu..

  4. plendhus Says:

    marjinalisasi rasa sakit?

  5. awan Says:

    kadang kita terlalu menikmati sebuah penyesalan sehingga adiksinya membuat kita sejenak terlupa maknanya… :)


Leave a Reply