Sebuah tanda tanpa makna

Berharap bisa menjadi titik dan koma dalam sebuah kalimat, mungkin tak hanya itu, tapi semua tanda baca yang bisa mengartikan kata.

Antinomi August 18, 2009

Filed under: Cangkru'an — nDa @ 9:25 am

sebab kau laki-laki dan aku juga laki-laki
seperti burung yang kehilangan arah
di gurun pasir
tercekik haus
hingga tak mampu berkata-kata

samapun kita lelaki
dan arah mata angin telah berputar
utara ke selatan
barat ke timur
membuat awan tersesat untuk menghantarkan hujan
lalu kemana rembulan?
ambillah jiwa ini
ambillah nafas ini
hatiku telah hancur berkeping
sayapku telah patah
cintamu telah melukai jantungku
untuk apa lagi aku menghirup udara?
sebab kau laki-laki dan aku laki-laki
dan, sebaiknya kita memang tidak usah bertemu

 

6 Responses to “Antinomi”

  1. amar Says:

    heeemmm… Bagus juga..

    sungguh sangat sarat dengan makna..

    Saya tidak tahu apa yang ada dalam angan dan keinginan kamu..

    Tapi sungguh kata-kata itu penuh dengan sejuta arti…

    Bagaikan penyair yang tersohor.. Aku doakan moga kamu bisa meraih itu…

    Thanks…

  2. mel Says:

    uger2 lawang kui artine apa ya???

  3. kambien9 Says:

    mantappp jeng..

  4. nDa Says:

    @amar : saia hanya mencoba kluar dari jalur mas….:)

    @Mel : uger2 lawang itu bahasa jawa yg artinya (mempunyai) anak 2, laki2 smua seperti halnya klo mempunya anak 5 laki2 smua, maka disebut pandawa….:)

    @kambien9 : lah ini kan gara2 kmu, katamu nda mesti kluar jalur, ya begini hasilnya….

  5. oktibri Says:

    Nda yg ini kuq gk ada di FB? gk d uplod ya?

  6. oktibri Says:

    Tp yg ini Coolz, kali ini about what?


Leave a Reply