Sebuah tanda tanpa makna

Berharap bisa menjadi titik dan koma dalam sebuah kalimat, mungkin tak hanya itu, tapi semua tanda baca yang bisa mengartikan kata.

The black June 26, 2009

Filed under: puisi Go Blog — nDa @ 9:40 am

I’m walking through the cave alone.
Dark.
Silent.
Cold.

I’m trying to whiten the black myself.
Fail.
Unsteady.
Empty.

There’s no feeling.
There’s no heart-beat.

I can’t fool myself.
I can’t manipulate my soul.
Too naive.
Too innocent.

 

Ki$@h Us@nG June 19, 2009

Filed under: puisi Go Blog — nDa @ 1:45 am

‘Kapan kau datang untukku, Bulan?’ tanya sang pungguk
Dengan suara lusuh
Dengan kangen yang menua
Dengan cinta yang beruban
‘Kapan kau turun, Bulan?’
‘Kapan kau akan menjawab tanyaku tentang cintamu?’
‘Pernahkah kau berpikir tentang kehadiran dan sua?’
Sang pungguk bertanya lagi
Dengan suara letih
Dengan mata yang kuyu
Dengan hati yang teriris
Dengan jiwa yang lunglay
‘Aku lelah menantimu, Bulan’
‘Sayapku tak bisa menggapaimu’
‘Aku cuma bisa melihat senyummu yang bagus’
‘Senyummu yang mengikatku dengan keguguan
dengan ketermanguan,dengan kehancuran’
Sang pungguk memandangi bulan dengan semakin murung
Semakin terpuruk
Dengan khayalnya yang merabun
Dengan asanya yang meluluh ia tersuruk
Terpaku dalam cintanya yang beruban
Terpaku dalam ketakberdayaan
Lalu ia pun terjatuh
Meski masih sempat bertanya,
‘kapan kau datang untukku, Bulan?’

 

Untitled June 9, 2009

Filed under: Uncategorized — nDa @ 6:33 am

Yang  dicari sekaligus dihindari di dunia ini adalah Sebuah ikatan.