Sebuah tanda tanpa makna

Berharap bisa menjadi titik dan koma dalam sebuah kalimat, mungkin tak hanya itu, tapi semua tanda baca yang bisa mengartikan kata.

masih January 17, 2009

Filed under: puisi Go Blog — nDa @ 4:52 am

waiting

 

Untukmu aku disini

 

karenamu aku disini

 

tapi aku tak disini

 

karena kau tak disini

 

Disini aku menunggumu

 

tak bosan aku disini

 

bernyanyi aku disini

 

menangis aku disini

 

tapi mengapa kau tak pernah disini?

 

 

 

tak perlu tanda tanya January 6, 2009

Filed under: Cerpen tidak terkenal — nDa @ 4:55 am

 

untitled2

Kamar itu tidak terlalu besar, kira2 3×4M. dindingnya bercat kuning, terdapat poster che Guevara lurus tepat dengan pintu masuk. Sebuah lemari yg tak terlalu tinggi dengan tumpukan buku2 yg sudah dipenuhi dengan debu, berada di belakang pintu. Satu set computer minus printer lurus dibawah poster. Kelihatan lebih sempit dengan sebuah kasur dilapisi seprai bercorak bendera amerika berada di pojok sebelah kiri. Diatas kasur itu  Ega bersandar setengah duduk, sembari tangannya membolak-balik album foto. Pandangannya tertuju foto seorang gadis bergaya layaknya iklan KB. Tubuhnya terbalut  t-shirt warna shocking pink, dipadu celana ala tukang sate warna hitam, sepatu senada dengan t-shirt. Rambutnya diikat seperti ekor kuda. raddin onggu……

 

sejak kapan kamu disini..
aku baru melihat keindahan kelopak mu
kemarin tak ada harum mu yang ku cium
atau karena aku sedang terbuai aroma parfum

apa kemarin tak sedikit pun kau menghadiahkan ku madu
dan kau berusaha menguncup agar kau tak di kenali
sampai sesekali aku lewat di ladang ini
sepi tak ada warna yang bisa ku hinggapi

tak kuasa ku mencium harum mu sampai ke ujung sayap
terhuyung langkah ku berusaha mendekati lingkup mu
ternyata aku dipersilahkan menghirup aroma di sekitarnya
tetapi cuma menghirup, bukan mengambil madu…..

(credit to:akucumade(dot)blogspot)

 

pandangan ega tidak beranjak sedikitpun.  Ingin sekali ia mendekap gadis itu dan mengatakan betapa ia menyayanginya, meskipun sampai sekarang kata itu tak pernah terucap. Kini ia mendekap erat, foto itu. Hingga ia dibuai putri mimpi……………………

dibalik foto itu tertulis, Ana behibek, Eleanor.

 

 

***********

 

 

diam–diam kuterluka

diam-diam kutersiksa

diam–diam kumenangis

diam–diam kubahagia

 

 

mungkin kau mengataiku pengecut, atau mungkin mencaciku sebagai pecundang,  aku terima itu. meskipun yang kubutuh adalah pengertian mu, bukan cacimaki atau pun sumpahserapah.

 

Ada yang salah??? kalau aku hanya bisa mencintaimu diam-diam? aku hanya mencoba untuk sedikit realistis. bahwa rasa yang kusulam, bahwa mimpi yang kurangkai, bahwa imajinasi yang kubangun, terperangkap pada masa yang tak tepat. itu saja!

 

apasih salahnya mencinta dengan diamdiam? bukankah sama saja dengan curi pandang? kau juga sering melakukannya padaku kan? sebenarnya aku cuma ingin membalasnya secara setimpal, tapi berhubung terpisah oleh jarak, maka aku tak bisa curi pandang padamu. sehingga aku memilih mencintaimu diamdiam.

 

memang seringkali cinta seperti ini, hanya bertepuk sebelah tangan. tapi tidak ada masalah denganmu kan? masalahnya hanya padaku. aku juga tidak peduli, apakah kau tahu aku mencintaimu diam-diam atau tidak, bagiku sama saja.

 

pilihanku mencintaimu diam-diam, adalah pilihan yang kulakukan dengan sadar.

sebuah upayaku menyalurkan rasa, tanpa terjebak pada tata etika baku. memang ini sebuah pilihan yang sulit, tapi juga adalah pilihan yang paling tepat.

 

tentu kau sepakat denganku, sebab kaupun sedang mencintaiku diamdiam,

sekarang. mari kita saling mencintai secara diam-diam. bukankan dengan cara ini hubungan kita menjadi lebih romantis?

 

Gadis itu menutup buku hariannya. Dia membalik tubuhnya, diletakkan tangannya yg kanan dibawah kepalanya. Lama dia termenung. Sesekali dia tersenyum sendiri. Dia sedang membayangkan seseorang yg selama ini menganggu pikiranya, yg selalu hadir dalam2 mimpi nya. ‘….eleanor….eleanor…….kenapa kmu jadi bodoh begini, hanya gara2 seorang cowok bernama Ega……’. Eleanor mengumpat dirinya sendiri.

 

 

*sebuah kisah klasik untuk Idan!r3